ADALAH Abubakar Hadado yang memosting soal batik di FB. Topik ini kemudian menjalar menjadi sebuah diskusi panjang dan menarik. Walaupun beberapa komentar out of topic [oot], namun tetap saja diskusi “liar” ini bisa menjadi inspirasi bagi kita di Sulteng untuk pengembangan batik lokal.
Untuk pengembangan batik lokal, Disperingdakop kota Palu sudah berupaya mengembangkan industri batik lokal. Melalui Camat Palu Utara yang saat itu dijabat Sudaryano Lamangkona sudah melakukan pembinaan dan bantuan permodalan beberapa pengrajin lokal-khususnya di Palu Utara– dan mendatangkan seorang tutor dari Pulau Jawa.
Menurut Anno- sapaan akrab Sudaryano–sampai saat ini, kelompok tersebut telah mendapat order dari sejumlah sekolah untuk seragam batik. Namun, kata Anno yang saat ini menjabat Kadis Pariwisata Kota Palu, kendalanya saat ini soal dana produksi untuk membeli bahan baku.

Pagi ini saya memutuskan untuk menikmati secangkir kopi Toraja di 
Aroma laut yang berhembus bersama angin, membelai wajahku sore itu. Riak ombak tak begitu besar, namun terdengar iramanya memecah di tanggul.


